Rabu, 19 November 2008

Berita FGSTK Terkini

Pelatihan internet bagi anggota FGSTK kembali diadakan. kegiatan yang diawali pada 1minggu yuang lalu kini di gedung PGRI kota Pontianak, diadakan kembali di aula PT.Telkom Kal-Bar. selengkapnya...


Tips-Tips Mendidik Anak Sejak Dini

Dari hasil pengamatan,wawancara dengan rekan kerja dan berdasarkan pengalaman sendiri,bahwa orang tua sangat besar peranya dalam mendidik anak, terutama pada anak-anak sejak kecil. Mendidik anak sejak dini sangat menentukan bagaimana perkembangan kedewasaan anak. Sebagai orang tua apapun tingkah lakunya akan dilihat oleh anak dan dijadikan contoh perilaku anak,baik yang baik maupun yang buruk sekalipun. Karena pada dasarnya anak berumur dibawah lima tahun rasa ingin tahu dan belajarnya sangat tinggi. selengkapnya...



Film Pengaruhi Psikologi Anak

Perkembangan Mental dan Jiwa Bisa Terganggu
Sebagai orang tua kita perlu memilah dan memilih tontonan atau bacaan untuk putra-putri kesayangan agar pertumbuhan psikologi mereka baik. Betapa tidak, saat ini berbagai media elektronik dan buku bacaan yang masuk di Indonesia, khususnya di Jambi semakin beragam. Tidak sedikit pula akan berdampak negatif pada anak-anak kita. Seperti banyak kejadian tindak kriminal yang dilakukan anak-anak, seperti perkosaan dan penjambretan yang dilakukan anak usia sekolah. Sejatinya, mereka merupakan generasi bangsa yang harus diberi pendidikan layak agar perilaku seperti itu tidak terjadi. selengkapnya...

Selasa, 18 November 2008

Pelatihan Internet & Pembuatan Blog










Tips-Tips Mendidik Anak Sejak Dini

Dari hasil pengamatan,wawancara dengan rekan kerja dan berdasarkan pengalaman sendiri,bahwa orang tua sangat besar peranya dalam mendidik anak, terutama pada anak-anak sejak kecil. Mendidik anak sejak dini sangat menentukan bagaimana perkembangan kedewasaan anak. Sebagai orang tua apapun tingkah lakunya akan dilihat oleh anak dan dijadikan contoh perilaku anak,baik yang baik maupun yang buruk sekalipun. Karena pada dasarnya anak berumur dibawah lima tahun rasa ingin tahu dan belajarnya sangat tinggi. Daya ingat bagi anak dibawah lima tahun sangat tajam dan sebagai orang tua sudah layaknya memberikan cotoh dalam kehidupan sehari-hari pada kegiatan-kegiatan yang positif. Sebagai contoh bila orang tua suka membaca, atau suka menulis atau suka berolah raga atau suka menonton film-film barat dan sebagainya,si anakpun cenderung akan mencontohnya. Karena itu berbanggalah orang tua bila bisa melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti tersebut diatas sebagai contoh, nantinya akan menanamkan jiwa pada diri anak untuk suka menulis,menggambar,membaca dan lain-lain.

Berikut ini adalah beberapa tips mendidik anak sejak usia dini:
1.Berikan contoh dengan mengajaknya ikut serta pada kegiatan sehari-hari yang positif.
-Membersih ruangan rumah,Biasanya anak-anak yang suka bermain-main dengan mainanya akan membuat situasi berantakan di ruangan rumah, ajarkan pada anak untuk bisa membersihkan dan merapikan sendiri setelah selesai bermain.
-Membaca buku-buku bacaan. Buku-buku bacaan sebagai altenatif guru yang baik. Buku sebagai sumber ilmu yang tiada batas,banyak jenis buku yang bisa dibaca dan mebahas berbagai tema dan masalah.
-Membaca Majalah atau Koran,dengan membaca koran dan majalah akan menambah wawasan pada orang tua sehingga bisa mempunyai wawasan yang lebih luas dan bisa diajarkan.
-Membaca Kitab Suci.Dengan mendengarkan bacaan kitab suci biasanya sianak akan memiliki spiritual yang lebih baik bila dewasa kelak.
-Menulis,Anak akan memperhatikan bila orang tua sedang menulis dan akan menirunya dengan coret-coret, biasanya didinding namun sebaiknya dibuku-buku yang telah disediakan orang tua,sehingga termasuk juga mengajarkan keapian dan kebersihan.
-Bagi keluarga yang punya halaman berumput, biasanya setiap bulan sekali rumput akan jadi panjang dan tidak beraturan, maka anak bisa diajari juga bagaimana merapikan halaman.
-Mencuci kendaraan,baik motor maupun mobil bila tidak terlalu kotor bisa dicuci sendiri dirumah, sekaligus mengajarkan anak bagaimana memperlakukan kendaraan.
-Mengajak kebengkel, biasanya anak akan senang bila diajak ikut serta kebengkel,dan biasanya akan menambah ide bagi si anak untuk lebih mengenal jenis kendaraan bermotor,bisa juga nanti menjadi idola sianak untuk berwiraswasta dengan membuka bengkel dan lain-lain.

2.Berikan contoh untuk mentaati waktu, Yaitu waktu bermain, waktu belajar dan waktu tidur. Biasanya anak dibawah lima tahun memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan dengan orang dewasa.Sehingga sebagai orang tua terutama Ibu harus bisa mengajarkan waktu-waktu kapan harus bermain dan kapan harus beristirahat. Hal ini dilakukan untuk kesehatan anak itu sendiri.

3.Menghindarkan anak-anak dari hal-hal yang bersifat buruk:
-Bertengkar didepan anak-anak, karena dengan bertengkar didepan anak-anak secara otomatis akan memberikan contoh kekerasan dalam keluarga didepan anak, sehingga bisa menimbulkan trauma psikis pada si anak itu sendiri.
-Membiarkan anak tidak disiplin, kadang didikan keras bisa membuat disiplin pada sianak,dengan dimanja anak tidak bisa mandii dan bertanggung jawab. -Memukul anak secara langsung didepan anak-anak yang lain, akan mengakibatkan hilangnya rasa kepercayaan diri si anak.
-Bila Ayah sedang keras pada anak, dalam arti tujuan mendidik si ibu tidak boleh membela si anak, sebab bila dibela si anak tidak akan jera bila melakukan kesalahan. Sebaliknya bila Si Ibu sedang keras pada anak dalam arti mendidik,Sang ayah pun tidak boleh membela kesalahan pada anak, Sehingga terjalin kerjasama mendidik anak yang baik dan seimbang.
-Jangan berikan tontonan baik berupa film-film kekerasan atau Sinotron drama yang bersifat cengeng dan mendramatisi, untuk menghindari anak dari sifat-sifat yang kurang baik dari dampak yang ditontonya.

4. Sisakan waktu bersama Anak-anak. Ditengah-tengah kesibukan sebagai orang tuan sisakan waktu untuk bermain bersama anak-anak,sehingga timbul rasa kasih sayang sekaligus pembelajaran pada anak.

5. Usia 7 tahun, bagi yang Moslem bila sampai belum Sholat ajarkan dengan sedikit keras, bisa dengan cambukan untuk mengingatkan anak agar segera sembahyang.

6. Diatas usia 7 tahun Anak akan bisa diberikan tangung jawab yang lebih,sehingga tidak terlalu merepotkan orang tua.

(dari:http://id.shvoong.com/humanities/)

Senin, 17 November 2008

Film Pengaruhi Psikologi Anak

Perkembangan Mental dan Jiwa Bisa Terganggu
Sebagai orang tua kita perlu memilah dan memilih tontonan atau bacaan untuk putra-putri kesayangan agar pertumbuhan psikologi mereka baik. Betapa tidak, saat ini berbagai media elektronik dan buku bacaan yang masuk di Indonesia, khususnya di Jambi semakin beragam. Tidak sedikit pula akan berdampak negatif pada anak-anak kita. Seperti banyak kejadian tindak kriminal yang dilakukan anak-anak, seperti perkosaan dan penjambretan yang dilakukan anak usia sekolah. Sejatinya, mereka merupakan generasi bangsa yang harus diberi pendidikan layak agar perilaku seperti itu tidak terjadi.

Sebagian mereka mengaku melakukan tindak kejahatan itu karena pengaruh tontonan yang mereka saksikan dari televisi maupun sumber lainnya. Film yang tidak seharusnya mereka lihat itu tertanam dalam memori dan membangkitkan rasa ingin tahu. Sehingga, timbul keinginan mencoba dalam pergaulan sehari-hari. Dokter spesialis kejiwaan RS Theria, Asianto mengatakan, tontonan seperti film kekerasan dan film porno sangat mempengaruhi perkembangan psikologi anak. “Apa yang mereka lihat dari tontonan itu terekam dan sewaktu-waktu mereka praktikkan seperti yang mereka lihat dalam adegan film itu. Dan ini sangat berbahaya bagi si anak itu sendiri karena bisa terjerumus dalam pergaulan yang salah,” terangnya kepada Jambi Independent, kemarin (20/11).
Lebih jauh pria berkulit putih ini menjelaskan, begitu besarnya peran dan daya pikat yang dibuatnya membuat pengaruh televisi sering amat dominan dalam kehidupan anak Anda. Bahkan akibat lebih ekstrim, televisi dianggap anak-anak sebagai panutan, bukan Anda sebagai orang tuanya. Persoalannya kini, sebagai orang tua relakah Anda bila peran Anda diganti televisi? Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan di masa datang, sekaligus untuk mengembalikan peran orang tua sebagai panutan dalam keluarga perlu adanya semacam pedoman. Pada dasarnya amat diharapkan agar kepada anak-anak dikembangkan sikap aktif dan kritis dalam menonton tayangan televisi, dan jangan ragu untuk menghubungi stasiun televisi apabila ada program yang disiarkan tidak sesuai atau tidak cocok dengan dunia mereka (anak-anak).
Anak-anak menyaksikan televisi tanpa kontrol dapat dikaitkan dengan meningkatnya kekerasan, perilaku agresif, dan hasil akademik/belajar yang jelek. Selanjutnya, anak-anak di bawah usia empat tahun menghadapi kesulitan dalam membedakan antara fantasi dan kenyataan. Banyak anak-anak dirusak kepekaannya dan mudah bertindak kasar. Ini merupakan salah satu akibat menonton televisi. Menyaksikan televisi sebelum sekolah, dapat menurunkan daya tangkap anak-anak terhadap pelajaran di sekolah. Berita-berita yang disuguhkan televisi, seringkali hanya merupakan katalog tindakan kekerasan yang dapat menyebabkan ketakutan dan kebingungan di antara anak-anak. Terlalu sering menyaksikan kekerasan, menimbulkan perilaku agresif, anak menjadi kurang kooperatif (tidak memiliki sikap kerja sama, red), kurang sensitif kepada yang lain.
Keyakinan kepada anak-anak, segala persoalan hanya dapat "diselesaikan" lewat kekerasan. Anak akan sulit mengekspresikan diri. Apabila sebagian besar waktu anak-anak dihabiskan di depan televisi, dapat dipastikan anak-anak tidak akan mendengarkan bila Anda berbicara kepadanya, anak-anak tidak mau berbicara dengan Anda dan anak- anak sulit mengekspresikan diri. Mereka sering meniru kekerasan “pahlawan televisi” dan perilakunya. Meskipun televisi mengandung sejumlah unsur negatif, ia juga mempunyai segi-segi positifnya.
Televisi dapat menjadi bagian kecil dari keseimbangan hidup anak Anda. Yang penting, anak-anak punya waktu cukup untuk bermain dengan teman-teman dan mainannya, punya waktu cukup untuk membaca cerita dan istirahat/tidur, punya waktu untuk berjalan-jalan dan menikmati makan bersama keluarga. Anak-anak umumnya senang belajar dengan melakukan berbagai hal, baik sendiri maupun dengan Anda.

Minggu, 16 November 2008

Berita FGSTK Terkini

Pelatihan internet bagi anggota FGSTK kembali diadakan. kegiatan yang diawali pada 1minggu yuang lalu kini di gedung PGRI kota Pontianak, diadakan kembali di aula PT.Telkom Kal-Bar.

kegiatan ini akan berlangsung selama 3 hari dan di ikuti oleh kurang lebih 165 orang yang terdiri dari guru serta pengajar di TK swasta se-kota pontianak.

kegiatan yang merupakan hasil kerja sama FGSTK pontianak dengan PT.Telkom Kandantel Wilayah Kal-Bar di maksudkan untuk TK agar tidak lagi ada istilah 'Gagap Teknologi' alias GAPTEK

Acara ini dibuka oleh Ibu Dwi Kurniawati, GM Telkom KAL-BAR. beliau berharap sekali, dengan diadakan acara seperti ini, para pengajar TK dapat mengenal dunia Internet serta memanfaatkannya bagi dunia pendidikan.

semoga kedepan acara seperti ini dapat diadakan kembali guna menambah pengetahuan dalam bidang Teknologi Informasi.